Loading...

indonesia-online@yahoogroups.com

[Prev] Thread [Next]  |  [Prev] Date [Next]

[indonesia-online] Artikel: Cukup Besarkah Kapasitas Diri Anda? dkadarusman Mon Jan 12 09:01:02 2009

Artikel: Cukup Besarkah Kapasitas Diri Anda?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita 
menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk 
menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada 
satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan 
negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan 
tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, kita 
sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, 
setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita 
melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan 
memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki 
kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan 
bertambahnya tuntutan perusahaan? 

Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, 
biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih 
kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, 
melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa 
digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-
gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain 
yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang 
bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.

Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter 
menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang 
mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa 
karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, 
tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang 
terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia 
menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang 
dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka 
dia mengerahkan 'potensi simpanannya' untuk mengimbangi besarnya 
tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri 
terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi 
terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet 
gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan 
yang terlihat dari luar.

Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki 
kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang 
lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; 
semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang 
ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin 
hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah 
keadaan yang saya sebut sebagai 'satisfaction circle'. Tantangan yang 
besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang 
besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong 
kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan 
semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong 
orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar 
kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi 
karyawan dan perusahaan.

Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak 
akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari 
semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan 
sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai 'mentok'. Para 
praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang 
yang 'sudah mentok' tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi 
mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan 
pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat 
mengikuti perkembangan perusahaan.

Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan 
bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan 
perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita 
lakukan.

Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab 
pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. 
Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk 
kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang 
tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak 
keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua 
karyawannya.

Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi 
pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya 
bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. 
Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan 
menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan 
kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. 
Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.

Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa 
berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah 
kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. 
Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga 
dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa 
henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita 
akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita. 

Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk 
menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin 
diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa 
diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/ 
Business Administration & People Development 
Radio Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio 

Catatan Kaki: 
Jangan sekali-kali berhenti untuk bertumbuh. Sebab, sekali berhenti; 
sangat sulit untuk memulai kembali.