indonesia-online

[Prev] Thread [Next]  |  [Prev] Date [Next]

[indonesia-online] Penyesatan sebagai bagian taktik dari pePerangan. subyakto75 Tue Mar 10 14:00:54 2009

Penyesatan sebagai bagian taktik dari pePerangan.
 
I.apakah ini sesat?.
 
Korupsi telah membahayakan Demokrasi, judul ini memang dahsyat jika dianggap 
demokrasi sebagai tujuan tetapi dalam konteks saat ini digrassroot Demokrasi 
sebagai tujuan sudah tidak begitu lagi prioritas. Saat ini Eranya sudah sangat 
Demokratis bahkan bisa dibilang jika mau dan mampu maka apapaun bisa dilakukan 
oleh  karenanya saat ini lebih baik pemahaman Demokrasi sebagai alat atau jalan 
dalam mencapai tujuan berbangsa akan lebih pas. Demokrasi adalah sebuah pilihan 
jalan sehingga akan lebih pas jika judulnya korupsi adalah sangat berbahaya 
bagi Indonesia dalam mencapai tujuan berbangsa dan bernegaranya, itu yang 
pertama. Korupsi harus dilawan dengan membangun rasa malu dan jera untuk 
melakukan korupsi serta disebabkan juga korupsi terjadi akibat pemujaan 
terhadap uang dan harta secara berlebihan. Penyataan ini bisa benar dari mana 
jika sudut pandang ini ditinjau dari sudut pandang idealis dan seseorang yang 
punya kehidupan dengan berbagai pilihan artinya unsur keterpaksaan dan 
pengedalian kehidupan mutlak dilakukan pribadinya.
 
Dalam kenyataannya, pada beberapa anggota DPR atau katakanlah para aktifist 
yang sangat idealis korupsi juga terjadi bukan karena hedonisme dan pemujaan 
kepada harta tetapi juga diakibatkan sistim yang menjerat dan perubahan 
berbagai tata kelola secara tiba tiba sehingga terjadi unsur keterpaksaan kalau 
tidak boleh dikatakan tekanan yang tiba tiba datang sehingga kuat terkesan masa 
depan bisa hilang tiba tiba. Uu pemilu yang berubah ditengah jalan, batasan 20 
persen kursi dpr atau 25 % suara bagi yang akan mencalonkan diri menjadi 
presiden atau penetapan suara terbanyak setelah sebelumnya partai menetapkan 
calon anggota legistative berdasarkan no urut sehingga juga membuat persoalan 
yang ujungnya memaksa terjadinya pengeluaran dana yang besar. Begitu juga pada 
pada UU Bhp dimana peraturan pendidikan yang dimaksudkan sebagai antisipasi 
zaman adanya partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan tetapi pada 
kenyataannya membuat pusing pengelola pendidikan dan peserta pendidikannya 
ujungnya, keterpaksaan pengeluaran dana besar juga.
 
Setelah mengeluarkan dana untuk sekolah selama 4 tahun dengan menghabiskan 1,8 
milliard dan saat ini dalam kondisi terpepet apakah jalannya?. Apakah harus 
berhenti sekolah, pinjam dana, jual yang bisa dijual atau bagaimana lagi. 
Langkahnya pasti harus tetap mengusahakan mendapatkan dana untuk menyelesaikan 
sekolahnya. Begitu juga saat ini sedang berkampanye dan ternyata harga naik dan 
kondisi dilapangan semakin dinamis, pertanyaannya haruskah menghentikan 
sosialisasi dan kampanye atau mengusahakannya sekuat mungkin? Jawabannya 
ikhtiar tentunya lebih baik. Ini soal dalam kehidupan nyata. Dalam mewujudkan 
masa depan.
 
Dalam kenyataan sehari hari lainnya adalah ketika kondisi keluarga sakit dan 
jepitan ekonomi sehari hari akibat kenyataan hidup yang dihadapi oleh banyak 
pegawai negeri. Apakah ini soal pemujaan kepada harta berlebihan dan narcist, 
saya kira bukan itu soalnya.
 
Mari kita lihat secara lebih terbuka dalam kalangan pengusaha indonesia , saat 
ini apakah lebih banyak yang menjadi konglomerat akibat jualan steak seperti 
abuba, bubur ayam Tatang yang buka jam 6 sudah habis jam 9 sekitaran rawa 
belong, atau keluarga haji Naim atau bahkan Ponari?. Ini adalah salah sedikit 
contoh pengusaha Indonesia yang bisa hidup dengan ketangguhan bahkan 
situasional. Hanya sangat sedikit yang menjadi konglomerat jika tanpa 
memanfaatkan dan dimanfaatkan sehingga menjadi konglomerat.
 
Jika kita lihat lebih jauh di Indonesia yang ada adalah pengusaha yang 
diberikan previlage oleh penguasa dengan membabat hutan, diberikan konsesi, 
menguras laut dan perut bumi. Dalam kurun waktu tertentu berubah menjadi 
perusahaan modern dan lebih terlihat sehat, akuntable dan bersih. Disisi 
lainnya terlihat juga kenyataan bahwa sebagai pengusaha besar tidak lagi hanya 
akan mengeluarkan biaya operasional normative karena bahkan miliaran 
perbulannya untuk para mantan. Jika jujur dan terbuka serta mau semuanya 
dilihat awalnya maka tidak tepat juga jika dilihat bersih dan menjadi kaya 
akibat memuja harta dan narcist adalah semata mata soal utamanya.
 
Jika belum puas mari lihat lagi contoh, bangsa keturunan Inggris yang masuk 
Australia, bangsa keturunan Eropa yang masuk ke USA dan Amerika latin atau 
bangsa Eropa yang masuk ke Afrika, apakah mereka menjunjung tinggi nilai nilai 
kemanusiaan ketika peradabannya baru dimlai?. Jawabannya tidak. Mereka 
membantai dan menyingkirkan bangsa pribuminya dan menghisap buminya kemudian 
seakan akan menjadi pemilik syah tanah tersebut seperti sebuah bangsa yang 
punya hak dan berdaulat. Pada fase ini juga lebih tepat dikatakan melakukan 
langkah keterpaksaan untuk survive dan membangun kejayaan dan jika itu 
disebutkan sebagai pemujaan harta dan narcist serta tidak mempunyai budaya malu 
maka apapun kenyataanya tetapi itulah yang terjadi dan masyarakat itulah yang 
jaya dalam peradaban didekade terakhir ini.
 
Dengan paparan sederhana ini dimaksudkan bahwa janganlah melihat sebuah proses 
berbangsa hanya pada sebuah titik diperiode tertentu saja apalagi melihatnya 
dari kaca mata kehidupan seseorang yang hidupnya bebas virus, tekanan dan 
realitas kehidupan kebanyakan orang. Alasannya akan mengakibatkan idealnya 
hanya ada dalam wacana dan pikiran saja tetapi jauh dalam kehidupan sehari hari.
 
Hal ini sangat strategis karena sebuah kehidupan masyarakat pada kenyataannya 
sangat sulit jika direvolusi total jika tanpa persiapan persiapan yang matang 
dan kalaupun persiapannya sangat matang nantinya akan tetap juga jatuh korban 
dan penyesatan ketika akan mencapai tujuannya. Dan kenyataan penyesatan itulah 
yang selalu marak dalam kehidupan ketika masyarakat sedang sakit secara mental 
dan hati. Oleh karenanya adabaiknya tinjauannya tidak lagi semata pada 
idealisme tetapi sebuah pemotretan yang memberikan solusi sehingga mampu 
memperbaiki realitas sehingga terbangunya sebuah peradaban baru yang lebih 
sehat.
 
II. Bingung adalah posisi umum saat ini.
 
Ketika KingKong datang maka nyamukpun akan menghilang terbang ketakutan
Lain lagi ketika anggota DPR datang maka rakyat jatuh terlengtang
Akibat UU yang dibuatnya mejerat kehidupan dan korupsinya yang makin terungkap 
Ternyata begitu menghancurkan.
 
Pada zaman otoriterian Golput adalah sebuah perlawanan yang bermakna
Kini menggunakan pilihan secara tepat dan berguna adalah tantangan
Golput bukan lagi pilihan karena akan menangkan yang pihak sedang menyusahkan
Bagaimana jika rakyat bingung?.
Kalau boleh ikut saja {partai Surabi}
Partai suara rakyat bingung dan program utamanya beri rakyat penjelasan
Sayangnya rakyat tidak butuh lagi penjelasan tetapi butuh pekerjaan, pendidikan 
dan kesehatan. Apakah perbaikan ini akan tercapai di 20009?.
 
( anekdot keprihatinan, Jumat malam 6 Maret di Serang Banten).
 
Pak jusuf kalla, begitu gencar melakukan lobby dan silaturahmi dengan para 
tokoh politik......inilah budaya politik yang baik daripada saling menghujat.
Apakah Jusuf kalla akan maju menjadi calon Presiden bisa saja itu lebih kepada 
menyenangkan grassroot Partai Golkar saja?. SBY tidak pd tanpa Jusuf Kalla dan 
Kalla adalah suadagar yang sangat cerdas dan realisit sehingga berpasangan 
dengan SBY adalah pilihan utama daripada maju sebagai calon Presiden tetapi 
kalah. Apakah ini semua semu, selama andi malalaranggeng ( yang serumpun dan 
bertalian keluarga dengan JK) tetap bersama SBY maka jusuf kalla kelihatannya 
akan tetap dengan SBY?. Oleh karena semua langkah berputar dan cantik yang 
dilakukan itu tidak lain adalah sebuah langkah politik dalam rangka assesment 
dan mengukur kekuatan dan kemungkinan. Apakah ini juga jika kenyataannya 
terjadi hanya akan membuat semakin bingungnya masyarakat Indonesia dalam 
kehidupan politik?.walaupun semuanya tidak melanggar hukum dan syah serta indah 
saja.
 
Itu semuanya ketika masyarakat dalam keadaan rasional dan sehat dimana 
kebutuhannya terpenuhi dan pencapaian harapannya jika dilakukan dengan kerja 
keras dan dalam waktu yang cukup akan tercapai. Bagaimana dalam kondisi 
masyarakat yang sedang sakit seperti sakau dan kondisi bingung dan setengah 
lapar?.
 
Bayangkan juga bahwa semua calon anggota legistative sekarang kenyataannya 
tidak beda jauh karena semuanya seperti pemula dan tidak siap dengan pola 
penentuan suara terbanyak dibandingkan dengan pola sebelumnya, artinya sangat 
mungkin semuanya diluar prediksi. Apakah akan ada yang dapat 20 % kursi dan 25% 
suara, katakanlah PDIP dapat 10,9 %, Golkar 11,29%, PKS bisa 9% atau 4%, hanura 
5,5%, Pan 4%, gerindra 5% dan Demokrat 7% lainnya menyebar merata. Katakanlah 
ini prediksi tantangan supaya sebenarnya dapat lebih kerja keras dan dapat 
diatas ini. Pertanyaannya mudahkah mendapatkan prosentase untuk pemilihan 
presiden dan akan effektifkah pemerintahan didepan jika untuk mendapatkan 
tikect mengikuti pemilihan presidennya perlu negoalot dan bagi kapling?. Jika 
ketentuan 20% dan 25% ini memberatkan akibat partainya memang banyak walau 
tidak sebanyak tahun 1955 yang 100% tetapi dengan Era pengacauan Global, pola 
penyusupan lokal dan berbagai usaha yang menghalalkan segala cara bukankah kita 
harus lebih hati hati lagi?.
Sekali lagi bangsa Indonesia harus lebih hati hati dan siap lagi.
 
III.Kok Bangsa Indonesia harus lebih hati hati lagi?.
 
Perkataan yang ramai dikatakan para ahli yang diberi gelar ahli dunia, ternyata 
pernyataannya itu telah ramai diberbagai belahan desa seperti suara gitar tua 
karena beberapa orang mulai terlalu sering mengatakan bahwa Indonesia, terlalu 
luas, terlalu lemah, terlalu beragam dan terlalu rendah tingkat pendidikannya 
dll. Padahal pada kenyataannya USA dan China juga bisa besar lalu kenapa 
Indonesia seakan akan harus dipecah belah dan dianggap sebagai bangsa kelas dua 
dan menanggung nista serta dosa besar sehingga tidak bisa menjadi bangsa besar 
dan harus mengikuti nalar nalar yang dibangunnya seakan akan kita bangsa 
Indonesia tidak punya nilai nilai dan budaya yang mampu mengangkat kita menuju 
cita cita kemerdekaan Indonesia.
 
Disisi lain contoh kematian alm Azis angkat dan dilemparnya seorang menteri 
perekonomian inggris adalah merupakan sebuah fenomena dimana simbol negara 
terbukti semakin lemah akibat "kesan buruk yang selalu tampil atau ditampilkan 
dimana para pemimpin pemerintahan diberbagai pemerintahan dunia tidak 
memperhatikan dan memperbaiki nasib rakyatnya secara nyata. Sementara disisi 
lainnya dengan proses Demokratisasi diberbagai negara yang dinegaranya tidak 
punya raja, maka pengendalian negara akan lebih dikendalikan multinational 
coorporation yang sayangnya walaupun diawal kelahirannya dipersepsikan 
transparant, akuntable, bertanggung jawab dan effisien ternyata pada krisis 
financial di USA juga merembet keseluruh dunia ternyata perusahaan besar ini 
juga mempunyai moral hazard yang luar biasa dan korup sehingga dunia memerlukan 
jalan tengah kembali. Saat ini berbagai pemerintahan menjadi the last resort 
karena harus menyediakan dana talangan dan stimulus yang jika keliru bisa 
seperti kena dampak dahsyat BLBI, mengerikan. Dunia sedang mencari bentuk 
kesetimbangan baru lagi.
 
Indonesia harus hati hati karena harus belajar dari sejarah perjalanan dunia 
dimana yang tidak siap akan ditentukan nasibnya oleh yang lebih siap dan kuat 
serta dimana pihak yang lemah akan dijarah dan dihabisi. Pengalaman lainnya 
sekali kejeblos tidak mudah keluar dari lobang hitam itu, Pembukaan UUD 45 
menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang aman bagi negara manapun 
sepanjang tidak membuat masalah dengan bangsa lain dan bangsa indonesia hanya 
pada kenyataannya Indonesia belum lagi menjadi bangsa yang menentukan 
dipermukaan bumi ini tetapi masih menjadi bangsa yang berusaha keluar dari 
kesulitan. Dengan melihat posisi geopolitik dan kekayaan alam dan kondisi 
Indonesia aaat ini ditengah pergulatan dunia maka sangat tidak salah jika 
Indonesia waspada.
 
Pengrusakan keyakinan dengan munculnya nabi nabi palsu, masyarakat sakit dan 
fenomenanya, pecah belah dan hobby mengumbar kebusukan serta mengelorakan 
kepuusasaan serta kebusukan berbagai pihak termasuk perangkat pemerintahan 
dengan menggunakan membom media massa dan dana yang lebih dari sumbangan adalah 
salah satu indikasi rekayasa pembusukan supaya bangsa Indonesia melemah dan 
kalah ketika bernegoisasi dengan pihak asing. Lain lagi pengabdian yang 
langsung dilakukan kepada masyarakat supaya segera bisa mandiri adalah tindakan 
yang perlu segera didukung dengan tujuan supaya  masyarakat mandiri dan punya 
ketahanan.
 
Dengan kondisi ini kewaspadaan mutlak perlu ditingkatkan dan tidak boleh begitu 
saja percaya terhadap hal hal yang melemahkan bangsa Indonesia jika hal itu 
lebih dipersepsikan sebagai upaya pembusukan dan pelemahan supaya posisi tawar 
indonesia melemah dan mudah ditekan.
 
IV. Masyarakat yang kelihatan baik Dan beriman.
 
Waduh wajahnya cantik sekali , sekolahnya tinggi dan beriman wuih sungguh 
indah. Laki laki itu sangat penyayang dan ia tahu akan menjadi kaya serta 
menghadapi persoalannya besok, ia tetap terlihat sabar dan tenang. Tidak ada 
hal yang merisaukannya. Semua perilaku dan pembicaraan tertata rapih begitu 
kehidupan didalam sebuah rumah yang besar dan asri. Sebuah kehidupan yang 
bahkan mengetahui sebelum kematian dan mendapatkan kemasyuran, mereka adalah 
kaum kaum muda yang kaya raya dan hidupnya 80% ada dijakarta raya. Apakah 
mereka sungguh beriman dan sakti. Ternyata semuanya hanya ada dalam adegan 
sinetron karena sebenanya kehidupan artisnyapunya sangat jauh dari situ.
 
Lain lagi jika sebuah sinetron yang mempertontonkan kehiduan yang sebagai 
jangan dicontoh jika dimainkan oleh para pemain sinetron yang kehidupannya jauh 
lebih harmonis dan beriman dibandinkan dengan sinetron cotohnya, supaya 
masyarakat tidak mencontoh kehidupan anekdotnya. Adalah sebuah contoh baik 
kehidupan.
 
Sebuah kehidupan yang jauh dari kenyataan masyarakat diberikan contoh yang 
seringkali menarik dan bernilai hanya sayang semua itu hanya ada dalam 
sinetronya dan bahkan kehidupan artisnya pun tidak seperti itu, sungguh membuat 
perumpamaan bahwa kehidupan yang baik itu hanya ada dalam sinetron saja. 
Sungguh menyedihkan karena kehidupan pemain sinetronnya pun tidak seperti itu.
 
Kehidupan contoh berbahagia itu kenyataan yang seperti sinetron inilah yang 
kalau boleh dikatakan secara terbuka tidak banyak dan malahan kehidupan seperti 
pada sinetron yang tidak baiklah dan menjadi contoh kebanyakan keluarga. 
Sungguh sungguh menyedihkan. Didalam keluarga semakin banyak yang tidak dapat 
lagi mengendalikan keluarganya sendiri. Tekanan dari luar keluarga ataupun 
tarikan keluar keluarga sangat jauh lebih kuat dari katan dalam keluarganya 
sendiri dan nilai nilai luhur dalam keluarga itu. Silakan dibayangkan bagaimana 
jadinya jika ternyata tarikan dan godaan ini jauh lebih kuat dan bukan hanya 
berbeda jauh dengan nilai nilai budaya pendahulunya tetapi malahan hanya semata 
mata diciptakan dalam membangun pasar dan merubah nilai nilai yang ada dalam 
masyarakat tersebut demi kepentingan tertentu.
 
Sekali lagi ada baiknya pelajaran India, aborijin dan afrika serta suku bangsa 
di amerika latin menjadi contoh dan pelajaran. Maksudnya ketika fase 
transformasi sebuah bangsa sedang terjadi maka sebuah bangsa harus sangat siap 
atau segera bersiap karena jika tidak hanya akan menjadi objek dan sukar untuk 
dikembalikan. Tidak lagi saatnya bangsa Indonesia hanya ketakutan sebagai 
bangsa kuli dari bangsa bangsa tetapi harus menjadi bangsa yang mampu melakukan 
transformasi dan tangguh dengan mengelola semua tantangan yang ada. Kita tidak 
bisa lagi ketakutan karena ancamannya sudah ada dalam kehidupan sehari hari dan 
sudah berproses dengan nilai nilai, perilaku, kebiasaan dan sedang membangun 
sebuah perilaku, kebiasaan dan budaya baru yang seringkali tidak dikenali serta 
merusak.
 
Pertarungan ini harus dimenangkan bukannya dengan menolak dan menghindarinya 
saja tetapi perlu keberanian , keuletan dan kecerdasan serta kebersamaan 
diantara bangsa Indonesia untuk keluar dari kemelut ini.
 
V.Penutup.
 
Idiealisme dan wacana yang dipersepsikan baik berdasarkan nilai nilai tertentu 
dalam penglihatan sudut tertentu bisa jadi dimaksudkan bukan dalam menyesatkan 
tetapi dengan kondisi negeri yang seperti sekarang ini bisa jadi sangat 
menyesatkan dan seperti wacana "i believe i can fly" padahal banyak yang tidak 
bisa terbangkan, para pelaku lapangan yang punya pemahaman nilai nilai dan 
iklas berdialektika serta merasakan tekanan juga tarikan nyata akan lebih baik 
melakukan dialektika dalam kerangka menyelamatkan kehidupan keluarganya 
sekaligus menjadi dialektika dalam kehidupan yang lebih luas.
 
Taktik dan strategy perlawanan saja tidak akan berhasil jika tidak dibarengi 
dengan membangun aliasi dan pemahaman dengan nurani yang iklas dan pikiran yang 
cerdas dalam memanfaatkan peluang sekaligus membangun pertahanan juga dalam 
rangka mentransformasi bangsa Indonesia ini.
 
Sebuah lokomitive baru yang memahami dan merasakan denyut nadi bangsa Indonesia 
sudah saatnya tampil kedepan dalam rangka bukan lagi memberikan pemahaman 
tetapi sekaligus menarik dan mendorong gerbong supaya terjadi transformsi 
diberbagai bidang kehidupan sehingga bangsa Indonesia tidak seperti menghadapi 
tsunami dengan kebingungan dan kebimbangan atau duduk diam terkubur seperti 
menghadapi semburan lumpur di Porong Sidoarjo yang sangat mungkin bisa 
ditangani supaya tidak sehancur seperti saat ini walaupun bisa saja ada waktu 
dimana akan bisa diselesaikan ketika kesempatan kembali datang setelah 
kerusakan semakin meluas.
 
Sederhananya jika kebiasaan lama tepat berjalan maka bisa jadi kalaupun tsunami 
akan tetap merontokan kerusakan separah saat ini tetapi bisa jadi korbannya 
tidak sedahsyat yang kita lihat jika kearifan lokal didaerah daerah tempat 
tsunami terjadi seperti di beberapa daerah yang ada. Begitu juga ketika 
semburan lumpur menyemburat segera ditangani dengan segenap sumberdaya bisa 
jadi tidak separah sekarang, walaupun toch setelah Tsunami terjadi tetap dapat 
dilakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali.
 
Dalam sejarah perababan menjadi bangsa Indonesia, sebuah perubahan hampir 
selalu membutuhkan waktu yang cukup lama walaupun disisi lain ini bisa 
dikatakan sebagai dimana sebuah harga yang dibayarkan akan bisa dikembalikan 
tetapi bagi bangsa Indonesia sendiri hal ini merugikan. Sederhananya mengacau 
indonesia ditahun 65, maka mendapatkan kestabilan 32 tahun untuk mendapatkan 
ROI. Begitu juga jika dipersepsikan zaman reformasi ini adalah dengan banyaknya 
asset negara yang dijual murah terbukti dalam 10 tahun masih juga belum mampu 
memberikan manfaat buat rakyat Indonesia secara maksimal tetapi kerusakan di 
Indonesia cukup meluas dan memberikan keuntungan besar bagi para spekulan, 
apakah menjadi penadah asset negara, penadah pembalakan kayu , pengeruk hasil 
laut dan pertambangan.
 
Kenyataan ini juga dilengkapi dengan sejarah berpetualangan 350 tahunnya Bangsa 
Belanda di kawasan ini sehingga memberikan keuntungan sangat besar kepadanya 
dan hanya model penjajah Jepang yang super kejam serta perubahan dunia meluas 
sehingga bisa dalam waktu singkat membuat bangsa Indonesia memerdekakan 
bangsanya. Perjalanan ini kemudian sama seperti ketika Sriwijaya jaya dan 
Majapahit jaya termasuk berbagai kerajaan yang pernah tumbuh dan besar yang 
kemudian habis seperti lilin karena kehilangan semangat dan arahnya dengan 
berbagai fakta yang dikandungnya sehingga kejayaan bangsa di wilayah Indonesia 
ini tidak seperti Romawi yang bisa ratusan tahun atau bangsa eropa lainnya dan 
mampu bertransformasi menembus zaman.
Sudah saatnya kita bangkit dari sebuah bangsa yang dianggap sebagai bangsa 
primitif yang hanya digali kearian lokalnya kemudian dijadikan alat menjerat 
leher kita sendiri, digali keberagamannya kemudian diadu domba diantara kita 
sendiri, dibusukan dan dianggap tidak beradab didalam pergaulan dunia.
 
Kita harus menjadi bangsa yang percay diri walaupun sangat harus rendah hati 
dan hanya memfokuskan diri kepada pembangunan peradaban yang lebih baik semakin 
hari yang semakin membaik.
 
Pemilu, pemilihan presiden, hancurnya keuangan global, berubahnya peta kekuatan 
dunia dan rontoknya berbagai negara jangan dijadikan sebuah phobia tetapi juga 
jangan dianggap sederhana dan enteng tetapi sudah seharusnya kita percaya bahwa 
bangsa Indonesia akan mempunyai cara dan usaha untuk mengatasinya.
 
Bangsa Indonesia berdiri berkat Rahmat allah yang maha kuasa dan dengan 
rahmatnya kembali bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang memimpin dunia 
dalam menyelamatkan dunia.
 
Apakah ini narcist dan berlebihan......?
 
Tidak sama sekali karena kita melakukan itu semua bukan dalam rangka menunjukan 
kesombangan dan kehebatan tetapi kita lakukan semua ini lebih karena 
keprihatinan dan kecintaan kita kepada kemanusiaan serta rasa syukur kita 
diberikan rahmat dan kesempatan yang melimpah oleh Yang maha Kuasa.
 
Apakah itu sulit? Jangan Pernah membatasi kekuasaan dan rahmat Yang maha Kuasa 
pemilik alam semesta ini.
 
Oleh karenanya jaga diri anda dan keluarga sehingga tidak kehilangan orientasi 
akibat tekanan dan godaan sehingga anda terjepit dan terpaksa melakukan sesuatu 
yang fatal kemudian lakukanlah hal hal yang menurut anda dan kita semua akan 
membawa kebaikan kepada kita semua.
 
Bagimana stategy dan taktiknya?
 
Kita saling mendukung dan membesarkan sehingga selamat dan semuanya menjadi 
kenyataan. Dan yang saling berkonflik dan tersesat itulah yang akan menjadi 
korban dan dilupakan sejarah serta itulah korban yang sia sia.
 
Semoga bermanfaat.
 
Agus Muldya Natakusumah
www.indosolution.co.id
www.selamatkan-indonesia.net.